Sudah Saatnya Oknum-Oknum Yang Mengaku Wartawan Bertopeng Preman/Beking Ditindak Tegas”

Diduga Rugikan Negara Sebesar Rp.600 juta, Masyarakat Penggiat Anti Korupsi akan segera Melaporkan Dugaan Korupsi ke Aparat Penegak Hukum ( APH )

Diduga Rugikan Negara Sebesar Rp.600 juta, Masyarakat Penggiat Anti Korupsi akan segera Melaporkan Dugaan Korupsi ke Aparat Penegak Hukum ( APH )

Diduga Rugikan Negara Sebesar Rp.600 juta, Masyarakat Penggiat Anti Korupsi akan segera Melaporkan Dugaan Korupsi ke Aparat Penegak Hukum ( APH )

MCTVJABAR.COM – Muara Enim,McTVnasional.com – Pembangunan Jalan Cor Beton yang tujuan utamanya adalah menjamin kelancaran Arus transportasi untuk mengatasi ancaman Banjir, terlebih jika air hujan air tumpah kejalan dan untuk akses warga bisa kekebun, Namun sangat disayangkan seperti halnya dengan Pembangunan Proyek Peningkatan jalan cor di desa Karta Mulya kecamatan Sungai Rotan kabupaten muara enim propinsi Sumatera Selatan yang menelan Dana Anggaran APBD  tahun Anggaran 2020 kondisinya  sungguh sangat Miris dan dikerjakan asal jadi.

Masyarakat Penggiat Anti Korupsi kabupaten muara enim Dirmanto Menyoroti Proyek Pembangunan Peningkatan Jalan Desa Karta Mulya yang menggunakan Anggaran APBD kabupaten Muara Enim Tahun Anggaran 2020 dengan Nilai HPS sebesar Rp.1.398.000.000,00,- ( Satu Milyar Tiga Ratus  Sembilan Puluh Delapan Juta Rupiah ).

Dijelaskan Dirmanto  Proyek Peningkatan jalan Cor Tersebut dikerjakan oleh CV. BUMI PRATAMA yang beralamat , Dusun II  Desa Lebak Budi Kecamatan Tanjung Agung kab.Muara Enim dengan Nilai Proyek sebesar Rp. 1.272.987.000,00,- ( Satu Milyar Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Sembilan  Ratus Delapan Puluh Ribu Rupiah ). Lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muara Enim propinsi sumatera selatan.

Dari Pantauan dilapangan, Dirmanto selaku Masyarakat Penggiat Anti Korupsi kabupaten Muara enim mengatakan bahwa Proyek Peningkatan Jalan Desa Karta Mulya tersebut Patut diduga terindikasi Korupsi karena jalan tersebut diduga tidak Menggunakan Batu Agregat , Mutu Cor Beton tidak Maksimal dengan ketebalan hanya 15 Cm  lebar 380 Cm sehingga akan muda terjadinya keretakan dan pengeroposan Cor Beton,” Ujarnya

Dirmanto juga Menguraikan Rincian berdasarkan hitungan  dan Penjelasan imformasi dari masyarakat dan hasil peninjauan dilapangan maka Patut diduga Pekerjaan tersebut diatas  dengan nilai proyek sebesar Rp.1.272.987.000.000, Maka Patut diduga Negara telah dirugikan sebesar Rp. 619.296.434 ( Enam Ratus Sembilan Belas Juta Dua Ratus Sembilan puluh Enam Ribu Empat Ratus Tiga Puluh Empat Rupiah ).” Terangnya.

Masih kata Dirmanto Permasalahan ini dalam waktu dekat  akan segera dilaporkan ke Aparat Penegak Hukum karena kuat dugaan kami telah terjadi suatu KORPORASI ( kerjasama ) antara PA/KPA dan PPK ( Pejabat Pembuat Komitmen ) pada lingkup Dinas PUPR kabupaten muara enim yang berdampak dapat merugikan keuangan Negara,” Tegasnya.

Lebih lanjut Ketika hal ini ditanyakan langsung ke salah satu Pegawai Dinas PUPR kabupaten Muara Enim, yang tidak mau disebutkan namanya, senin (24/05/2021), ia mengatakan tidak tahu pak PPKnya siapa ??? namun sepengatahuannya bahwa kebijakan Kepala Dinas PUPR tidak harus PPK diwilayah tersebut, “Ungkapnya

Sementara itu wartawan MCTVnasional.com tidak hanya sampai disitu dan tetap berusaha 
Untuk komfirmasi langsung dengan Ilham Yaholi, ST selaku Sekretaris Dinas PUPR kabupaten Muara Enim, Senin (24/05/2021) melalui Whats App dengan nomor  0822820xxxxx…terkait permasalahan ini , namun hingga berita ini diterbitkan belum ada jawaban  dari Pihak PUPR kabuoaten Muara Enim (Man)

Posted in
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya