Sudah Saatnya Oknum-Oknum Yang Mengaku Wartawan Bertopeng Preman/Beking Ditindak Tegas”

Jurnalisme investigasi dan kode etik jurnalistik

Jurnalisme investigasi dan kode etik jurnalistik

  1. 1. JURNALISME INVESTIGASI DAN KODE ETIK JURNALISTIK Oleh  Andri Andriansyah S.Sn. www.mctvjabar.com
  2. 2. INVESTIGASI PENYELIDIKAN dengan mencatat atau merekam fakta melakukan peninjauan, percobaan, dan sebagainya, dengan tujuan MEMPEROLEH JAWABAN atas pertanyaan yang telah diajukan. Upaya PENELITIAN, PENYELIDIKAN, PENGUSUTAN, PENCARIAN, PEMERIKSAAN DAN PENGUMPULAN DATA, informasi, dan temuan lainnya untuk mengetahui/membuktikan kebenaran atau bahkan kesalahan sebuah fakta yang kemudian menyajikan kesimpulan atas rangkaian temuan dan susunan kejadian
  3. 3. JURNALISME INVESTIGASI Karya sesorang atau tim untuk menguak sesuatu yang disembunyikan dari publik demi kepentingan masyarakat -Robert Greene-
  4. 4. ELEMEN JURNALISME INVESTIGASI 1. Mengungkap kejahatan terhadap kepentingan publik, atau tindakan yang merugikan orang lain. 2. Skala dari kasus yang diungkap cenderung terjadi secara luas atau sistematis 3. Menjawab semua pertanyaan penting yang muncul dan memetakan persoalan dengan gamblang. 4. Mendudukkan aktor-aktor yang terlibat secara lugas, didukung bukti-bukti yang kuat. 5. Publik bisa memahami kompleksitas masalah yang dilaporkan dan bisa membuat keputusan atau perubahan berdasarkan laporan itu.
  5. 5. KARAKTERISTIK JURNALISME INVESTIGASI * Riset dan reportase yang mendalam dan berjangka waktu panjang untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan hipotesis. * Wawancara yang mendalam dengan pihak-pihak yang terkait dengan kasus yang sedang diinvestigasi. * Pemakaian metode penyelidikan polisi dan peralatan anti kriminalitas. Termasuk metode penyamaran serta memakai KAMERA TERSEMBUNYI.
  6. 6. TEKNIK PELIPUTAN a. Penyamaran. Terdapat tiga teknik penyamaran yang digunakan saat peliputan investigasi, yaitu: 1. Penyamaran melebur maksudnya yaitu wartawan yang melakukan peliputan membaur atau melebur dengan objek yang akan diliputnya dengan kata lain wartawan menyamar menjadi bagian dari objek yang akan diliput. 2. Penyamaran menempel adalah teknik ini memanfaatkan objek tertentu untuk mendapatkan fakta, keterangan atau akses. 3. Penyamaran berjarak adalah teknik ini menggunakan jarak dalam penyamarannya. Jarak yang dimaksud tidak hanya jarak yang bisa diukur melainkan juga berkaitan dengan jarak sosiologis dan psikologis.
  7. 7. b. Observasi Observasi merupakan kegiatan menggali fakta di lapangan dengan menggunakan panca indera, sehingga tergambar dengan jelas apa yang terjadi. Hasil observasi tersebut kemudian dideskripsikan melalui tulisan, gambar, dan suara. c. Mengecoh Merupakan teknik yang digunakan agar wartawan bisa bertemu dan mendapatkan informasi dari sumber berita. Mengecoh maksudnya wartawan tidak mengatakan liputannya untuk kasus A melainkan untuk kasus B (improvisasi).
  8. 8. * Untuk meminimalisasi efek samping yang ditimbulkan dari sebuah pemberitaan, maka jurnalis harus berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik dan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. KODE ETIK JURNALISTIK
  9. 9. KODE ETIK JURNALISTIK Aturan-aturan atau etika yang ada dalam dunia pers. Di mana aturan tersebut memuat tentang tata cara wartawan dalam memperoleh berita ataupun menerbitkan sebuah berita
  10. 10. 1. Jurnalis menghormati HAK MASYARAKAT untuk memperoleh informasi yang benar. 2. Jurnalis senantiasa mempertahankan prinsip-prinsip KEBEBASAN DAN KEBERIMBANGAN dalam peliputan dan pemberitaan serta kritik dan komentar. 3. Jurnalis MEMBERI TEMPAT bagi pihak yang kurang memiliki daya dan kesempatan untuk menyuarakan pendapatnya. 4. Jurnalis hanya MELAPORKAN FAKTA dan pendapat yang JELAS SUMBERNYA. 5. Jurnalis TIDAK MENYEMBUNYIKAN INFORMASI penting yang perlu diketahui masyarakat. 6. Jurnalis menggunakan CARA-CARA YANG ETIS untuk memperoleh berita, foto dan dokumen. KODE ETIK (ALIANSI JURNALIS INDEPENDEN)
  11. 11. 7. Jurnalis MENGHORMATI HAK NARASUMBER untuk memberi informasi latar belakang, off the record, dan embargo (penundaan pemuatan atau penyiaran berita sesuai dengan permintaan narasumber). 8. Jurnalis segera meralat setiap pemberitaan yang diketahuinya TIDAK AKURAT. 9. Jurnalis MENJAGA KERAHASIAAN SUMBER INFORMASI konfidensial, identitas korban kejahatan seksual, dan pelaku tindak pidana di bawah umur. 10. Jurnalis menghindari kebencian, prasangka, sikap merendahkan, diskriminasi, dalam masalah suku, ras, bangsa, politik, cacat/sakit jasmani, cacat/sakit mental atau latar belakang sosial lainnya. 11. Jurnalis MENGHORMATI PRIVASI, kecuali hal-hal itu bisa merugikan masyarakat. 12. Jurnalis tidak menyajikan berita dengan MENGUMBAR KECABULAN, KEKEJAMAN KEKERASAN FISIK DAN SEKSUAL.
  12. 12. 13. Jurnalis tidak MEMANFAATKAN POSISI dan informasi yang dimilikinya untuk mencari keuntungan pribadi. 14. Jurnalis tidak dibenarkan MENERIMA SOGOKAN. Catatan: yang dimaksud dengan sogokan adalah semua bentuk pemberian berupa uang, barang dan atau fasilitas lain, yang secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi jurnalis dalam membuat kerja jurnalistik. 15. Jurnalis tidak DIBENARKAN MENJIPLAK. 16. Jurnalis menghindari FITNAH DAN PENCEMARAN NAMA BAIK. 17. Jurnalis menghindari setiap CAMPUR TANGAN pihak-pihak lain yang menghambat pelaksanaan prinsip-prinsip di atas. 18. Kasus-kasus yang berhubungan dengan kode etik akan diselesaikan oleh Majelis Kode Etik
  13. 13. 1. Sebagai pedoman seorang wartawan dalam menjalankan tugasnya. 2. Menjaga nama baik dunia pers, dengan berjalannya kode etik jurnalistik akan membawa nama baik pada sebuah penerbitan. 3. Mengatur hubungan antara masyarakat dengan wartawan 4. Mengatur tata cara para jurnalis dalam memperoleh sebuah berita. 5. Menjaga keseimbangan berita, dengan tidak mencampurkan antara fakta dengan opini. 6. Membentuk pribadi seorang wartawan yang mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. FUNGSI KODE ETIK

 

Posted in ,
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya