Sudah Saatnya Oknum-Oknum Yang Mengaku Wartawan Bertopeng Preman/Beking Ditindak Tegas”

Ketua DPR – RI diduga Pesta Pora Disaat Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

Ketua DPR - RI diduga Pesta Pora Disaat Pandemi Covid-19 Melanda Indonesia

akarta – Wakil Rakyat di DPR-RI saat Masyarakat dilanda Bencana Wabah Covid-19 dan banyak yang Sengsara karena Pandemi, sebagai Anggota dan Pimpinan di DPR-RI yang mewakili Rakyat yang duduk di Gedung DPR-RI diduga telah Pesta – Pora, pasalnya DPR-RI malah pesta pora dengan meminta pasilitas pelat nomor khusus Kenderaan bagi seluruh Pimpinan dan Anggota DPR-RI sampai meminta Lift baru di dalam Gedung Nusantara 1 pada Anggaran Tahun 2021yang diduga agar dapat menghabiskan Uang Negara sebesar Rp 55,8 Miliar.

Jajang Nurjaman Koordinator Center for Budget Analysis ( Lembaga CBA ) mengatakan, hal ini sangat disayangkan bahwa DPR-RI yang Egois dan tidak memikirkan Nasib Rakyat serta tidak menunjukan rasa empati terhadap kesulitan Masyarakat, bahwa Ketua DPR-RI, Puan Maharani sebagai Pimpinan dan Muhaimin Iskandar sebagai Wakil Koordinator Kesejahteraan Rakyat diduga sama sekali tidak memberikan Kontribusi di saat Masyarakat di landa Wabah Pandemi Covid-19 yang sampai saat ini banyak yang menderita,” kata Jajang.

Jajang menjelaskan, bahwa

Lembaga CBA Jajang Nurjaman.
Lembaga CBA Jajang Nurjaman.

Proyek Lift yang baru – baru ini di Gedung Nusantara 1 dibangun pada Anggaran Tahun 2021, dan diajukan menggunakan Uang Rakyat di saat kondisi Indonesia di landa Pandemi, sebab Lift yang di bangun di Gedung Nusantara 1 Anggarannya mencapai kosaran Rp 55.816.525.000.Miliar, karena Proyek Lift baru tersebut adalah suatu pemborosan Anggaran / Uang Negara di saat Masyarakat di landa Pandemi Covid-19,” jelas Jajang Nurjaman.

“Jika Uang Rakyat digunakan untuk paket Sembako, setidaknya bisa mengurangi beban Masyarakat Miskin dengan jumlah 186 ribu paket Sembako dari pada digunakan untuk Pembangunan Lift baru yang ada di Gedung Nusantara DPR-RI hanya dinikmati 575 orang di Parlemen Senayan,” ungkap Jajang.

Koordinator Lembaga Center for Budget Analysis ( CBA ), Jajang Nurjaman menilai bahwa Proyek Lift yang berada di Gedung DPR-RI sangat janggal dan terkesan dipaksakan, serta menghamburkan Uang Rakyat, padahal di lihat dari penetapan pagu dan harga perkiraan yang diduga asal ketik (angkanya sama) Rp 55,4 Miliar, maka saat di lelang nilai Proyek Lift jadi mahal dan memboroskan Uang Rakyat,” papar Jajang Nurjaman.

Masih kata Jajang Nurjaman, bahwa proyek Lift yang berada di Gedung DPR-RI telah disepakati oleh Sekjen DPR-RI dan Pemenang Tender adalah PT.Angkasa Pura Solusi (APS) sebesar Rp,54,3 Miliar, sebab jika dibandingkan dengan tawaran terendah ada selisih sebesar Rp 8,7 Miliar, maka Lembaga Center for Budget Analysis (CBA) meminta kepada Presiden Joko Widodo agar mengabil sikap tegas dan menegur Ketua DPR-RI, Puan Maharani dan Muhaimin Iskandar serta Pejabat yang duduk di DPR-RI, agar tidak bikin ulah dan disinggung mengenai kebijakan pelat Nomor khsusus Kenderaan, Jajang Nurjaman menegaskan dari pada buat Anggota dan Pimpinan DPR-RI, lebih baik diperuntukkan bagi Tenaga Kesehatan dan begitupun dengan Proyek Lift harus segera dibatalkan, sebab lebih baik buat paket Sembako untuk Masyarakat Miskin yang jumlahnya semangkin meningkat 27,55 juta orang,” pungkas Jajang.

sumber  berita dari Koordinator Lembaga CBA Jajang Nurjaman.

Posted in
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya