Setelah Simalungun dan Gorontalo, Kini Wartawan di Majalengka di Intimidasi dan di Tonjok Oknum Ormas

“Dugaan Korupsi Anggaran Pengadaan Gerobak TA.2020 Di DinasSosial, Sebaiknya Inspektorat Telusuri Kebenarannya”

"Dugaan Korupsi Anggaran Pengadaan Gerobak TA.2020 Di DinasSosial, Sebaiknya Inspektorat Telusuri Kebenarannya"

TASIKMALAYA.(10/6/2021). Para pemburu berita dari media online dan cetak, menyayangkan sikap pejabat dari kantor pengawasan (inspektorat), sepertinya tak menelusuri kebenaran berita beberapa media yang mengexpose, adanya isu miring pengadaan gerobak untuk KPM-PKH TA.2020, sebanyak 180 gerobak yang hanya setengahnya diberikan pada penerima.

 

Seperti pemberitaan sebelumnya dengan kabid linjamso Rahmat, menjelaskan serta membenarkan, bahwa dinas telah menerima anggaran sebesar 6 ratus juta rupiah dari APBD TA 2020.

 

Menurut Rahmat saat ditemui di ruang kerjanya (28/5) mengatakan, Anggaran tersebut diperuntukkan untuk pengadaan gerobak bagi 180 KPM PKH, sesuai dari anggaran yang ada.

‘Padahal  perlu diketahui jumlah seluruhnya 100.573 KPM PKH, imbuhnya.

 

Dalam penjelasannya, hal ini dimaksudkan agar nantinya, bisa berhenti dari KPM PKH, dengan kata lain bisa mandiri.

 

Rahmat juga menguraikan pengadaan gerobak tersebut dilaksanakan/dilakukan oleh Unit Layanan Pelelangan (ULP) LPSE, dan hanya menerima hasilnya, jadi begini katanya biar jelas agar dapat diketahui dari hasil perhitungan LPSE.

 

  1. Harga Gerobak per unit Rp. 2.750.000.-

    Dikalikan 180 = Rp. 495.000.000.-

  1. Sisa Rp. 100.000.000.- diperuntukkan,

     – Sosialisasi Penerima

     – ATK

     – SPPD

     – Honorarium Pendamping.

 

Sedangkan menurut Kasi Kemiskinan Asko, ketika dikonfirmasi oleh penulis media lokal, mengatakan bahwa hal ini disebabkan oleh pihak ketiga yang memenangkan pelelangan pengadaan gerobak yaitu, CV. Bintang Jaya dari Cikatomas terlambat pembuatannya.

 

Sepertinya Kasi Kemiskinan memberikan alasan yang dibuat-buat dan tak bisa diterima akal sehat, karena apa!, padahal program ini sudah lama dijanjikan pada pihak penerima yang berpencar di 39 kecamatan, melalui para pendamping.

 

Sedangkan menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, menjelaskan berdasarkan survei lapangan, katanya gerobak untuk KPM PKH baru setengah dari jumlah yang menerima, setengahnya lagi dikemanakan ! dengan lantang bernada keras, saya siap dikonfrontir. Pungkasnya.

 

Penulis : Tim

Editor : Redaksi

Posted in
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya