“Dugaan Korupsi Anggaran Pengadaan Gerobak TA.2020 Di DinasSosial, Sebaiknya Inspektorat Telusuri Kebenarannya”

“Kabid Linjamsos Dinsos Kabupaten Tasikmalaya Keluhkan Pemberitaan”

"Kabid Linjamsos Dinsos Kabupaten Tasikmalaya Keluhkan Pemberitaan"

TASIKMALAYA.(11/6/2021). Kabid Linjamsos Rahmat melalui Whatsapp penulis yang dikirim pada tanggal (5/6) jam.16.28.WIB dan hari ini Jumat (11/6) jam 7.49.WIB.

Isi dari WA pertama, dalam bahasa daerah :
*Kumaha ieu teh….gara-gara berita ieu jadi kalah beuki riweuh…justru malah daratang tiditu ti dieu..
[5/6 16.29] Gringhonasan: Kunaon kan berita sesuai statement akang
[5/6 16.34] Kabid Linjamso: Iya..tapi malah ngabrul ka kantor..

Isi WA kedua,
[11/6 07.49] Kabid Linjamso: Tah engke teh bakal ngabrul deui mun Aya berita kieu deui teh….
[11/6 07.50] Kabid Linjamso: Padahal udah td ada masalah…
[11/6 09.53] Kabid Linjamso: Mun ek bikin berita konfirmasi heula…

[11/6 10.44] Gringhonasan: Dimana kang Rahmat ayeuna abdi rek kadinya
[11/6 10.46] Gringhonasan: Yang konfirmasikan ada dua group pertama’ ku grup anggota uge kadua abdi ka kang Rahmat
[11/6 10.47] Gringhonasan: Kang Rahmat dimana ayeuna
[11/6 10.48] Kabid Linjamso: Di luar kota.

Padahal pemberitaan sudah dilakukan konfirmasi terlebih dahulu, namun saat mau dikonfirmasi kembali tentang kekisruhan anggaran pengadaan gerobak TA. 2020, beliau mengaku sedang diluar kota, tapi sebenarnya masih berada di kantornya.

Isu miring adanya dugaan korupsi dibidang yang ditanganinya, khususnya pengaadaan gerobak peruntukan 180 KPM-PKH yang seharusnya menerima.

Menurut nara sumber yang siap dikonfrontir mengatakan, hanya 50 porsen, dengan lantang setengahnya lagi kamana?, dan menambahkan honorarium pendamping juga tidak dibayarkan, ujarnya dengan rasa kesal bercampur mangkel.

Seorang jurnalis media mingguan dan online, sangat gemas dengan tingkah laku Rahmat berapa kali dihubungi melalui telepon ponselnya tidak dapat dihubungi alias tidak aktif, dan berjanji akan terus mengusut sampai pihak aparat berwenang (Kejari), waktu itu juga pernah kepala seksi kemiskinan Sdr. ASKO memintanya untuk tidak melaporkannya dulu, dia menambahkan.

Penulis juga wartawan senior yang dikenal dengan sebutan “Ge. “minta semua jurnalis untuk menulis dugaan korupsi yang dilakukan ASN bidang Linjamsos. Semoga tirai terselubung menjadi kenyataan terungkap,”tegasnya.

Iwan Singadinata

Posted in
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya