“Sekilas-ringkas Mengenai Perancang Lambang Garuda Pancasila”.

Potret Seorang Sosok Jurnalis Berpetualangan Di Negeri Rantauan Meninggalkan Kampung Halaman

Artikel

Oleh : Alihasan,S.Pd.

Sebagai seorang profesional dalam menjalankan tugas dan kewajiban sebagai profesi kewartawanan harus melaksanakannya dengan berpegang teguh kepada Kode Etik Jurnalis (KEJ) dan UU No.40 Tahun 1999 tentang Pers.

Alkisah, kronologis biografinya setelah menyelesaikan pendidikannya dari semua jenjang baik pendidikan dasar dan menengah hingga pendidikan tinggi, pernah mengelola atau mengurus pendidikan tinggi pada Universitas Terbuka melalui Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ-UT) Kendari dari tahun 2015 s/d 2019, Merintis atau menggagas Pendidikan Agama yang berkedudukan di Desa Teemoane Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara setingkat Sekolah Menengah Atas melalui Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Al- Munawarah Tomia sekaligus menjabat sebagai Ketua Yayasan pada Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al-Munawarah Tomia, yang secara nyata dan murni merintis atau bekerja keras di lapangan demi terbentuknya wadah atau sekolah tersebut. Alhamdulillah, apa yang menjadi perjuangan dan gagasan telah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan umumnya serta oknum yang berkepentingan di dalam wadah tersebut hari ini, dengan kata lain sebagai amal jariah penulis terwujud di mata publik. Selang waktu kemudian, penulis melakukan langkah demi pergaulan antara hubungan keluarga mengarah kepada dunia bisnis melainkan alhasil berantakan dan tidak sesuai dengan harapan penulis. Kemudian, dibalik malapetaka itu waktu demi waktu berjalan berbagai macam timbul isu yang berbaur ujaran kebencian terhadap penulis dan paling pahit lagi yang dirasakan dengan rekayasa atau manipulasi ujaran kebohongannya Sang Pengusaha kecil di tetangga kampung, bagi pandangan penulis di kampung menyebutnya yang mencemarkan nama baik penulis kemana-mana bahwa seolah-olah fitnah yang terduga dari Sang Pengusaha Kecil tersebut.

Yang lebih tidak manusiawi lagi, Penulis meninggalkan objek tempat tinggal atau bangunan rumah di tempat tinggalnya semula, banyak yang hilang perabot-perabot rumah, lampu penerang rumah dan dokumen penting lainnya, dengan objek bangunan rumah juga terutama fisiknya banyak yang kasih kotori dinding atau temboknya, karena mungkin oknumnya yang melakukan itu objek merasa benci,dendam atau seperti apa terhadap penulis. Akan tetapi, penulis berharap semoga oknum yang melakukan perbuatan kesemuanya itu mendapatkan balasan yang setimpal dengan itu dari Allah SWT, perjuangan kita belum berakhir saudara. Penulis, berpandangan bahwa banyak juga yang hidup di rantauan orang tetapi tidak sama dengan objek rumah penulis atau kah tempatnya objek berdiri di daerah tersebut. Penulis, berpesan terhadap pemimpin kebijakan di desa agar dapat sekiranya membentuk satgas keamanan di desanya, jangan membiarkan oknum-oknum bergentayangan di kampung karena menurut penulis, sangat rawan sekali pencurian di tempat objek tempat tinggalnya.

Penulis, merupakan seorang sosok tokoh pendidik yang kini seorang jurnalis yang dari asal Dusun Bontu-Bontu Desa Teemoane Kecamatan Tomia Kabupaten Wakatobi Propinsi Sulawesi Tenggara, telah berpetualangan di Negeri orang khususnya di wilayah propinsi Maluku. Dia, memegang mandat dari redaksi salah satu media online, cetak dan TV, kini menjabat sebagai Koordinator Wilayah (Korwil),Kabiro dan wartawan atau peliputan di wilayah Propinsi Maluku. Sesuai dengan mandat yang diberikan akan melaksanakannya dengan amanah yang diembannya. Di samping itu pula, penulis melakukan abdi negara di beberapa sekolah setingkat Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas berbasis Sekolah Agama.

Posted in ,
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya