Tokoh Pahlawan Nasional yang Berjuang sebagai Jurnalis & Penulis

Menanti datangnya Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI, hal yang menjadi pembicaraan masyarakat banyak adalah tentang kisah perjuangan  pahlawan dalam merebut kebebasan dari tangan penjajah. 

Namun, perjuangan yang dilakukan para pahlawan ini bukan saja lewat bentrok fisik dan angkat senjata. Ada juga dengan melalui penyebaran kabar bagi seluruh rakyat Indonesia.

 

Meski harus berjuang melawan pemerintahan kolonial Belanda, Mohammad Hatta menjadi salah satu pahlawan nasional yang berperan di bidang jurnalistik. Hatta mulai menulis sejak dirinya bersama Syharir ditangkap dan diasingkan Belanda ke Digul dan Banda Neira pada 25 Februari 1934.

Hatta mulai menulis untuk koran-koran Jakarta dan majalah-majalah di Medan, Sumatera Utara. Namun, tulisan wakil presiden pertama RI di media cetak tersebut, tidak berbau politis, melainkan penuh analisis untuk mendidik pembaca.

Siapa yang tak kenal dengan tokoh satu ini, Ki Hajar Dewantara, yang juga dikenal sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Ki Hajar adalah seorang aktivis pergerakan kemerdekaan RI, kolumnis, politikus, pelopor pendidikan bagi kaum pribumi dari masa penjajahan Belanda, dan juga pendiri Perguruan Taman Siswa. Ki Hajar lahir dari kalangan bangsawan di tanah Jawa. 

Pria yang juga bernama Suwardi Suryaningrat ini juga sebelumnya seorang wartawan. Ia memulai kariernya sebagai penulis dan wartawan di beberapa surat kabar. Pada saat itu, Ki Hajar menjadi salah satu penulis andal lantaran tulisannya dikenal komunikatif, tajam, dan antikolonial.

Namun, karena tulNamun, karena tulisannya juga, Ki Hajar sempat diasingkan pemerintah Hindia Belanda. Tulisannya yang berjudul Als ik een Nederlander was atau Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar De Expres pada 13 Juli 1913, dinilai sebagai kritikan pedas di kalangan pejabat pemerintahan Hindia Belanda.

Posted in
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Berita Lainnya